RSS

Cara Mengajarkan Sains

Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dengan segala isinya. Hal yang dipelajari dalam sains adalah sebab-akibat, hubungan kausal dari kejadian-kejadian yang terjadi di alam. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan sains sebagai pengetahuan yang sistematis atau tersusun secara teratur, berlaku umum, dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen. Aktivitas dalam sains selalu berhubungan dengan percobaan-percobaan yang membutuhkan keterampilan dan kerajinan. Secara sederhana, sains dapat juga didefinisikan sebagai apa yang dilakukan oleh para ahli sains. Dengan demikian, sains bukan hanya kumpulan pengetahuan tentang benda atau makhluk hidup, tetapi menyangkut cara kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah. Ilmuwan sains selalu tertarik dan memperhatikan peristiwa alam, selalu ingin mengetahui apa, bagaimana, dan mengapa tentang suatu gejala alam dan hubungan kausalnya.

Dalam sains, terdapat tiga unsur utama, yaitu sikap manusia, proses atau metodologi, dan hasil yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Sikap manusia yang selalu ingin tahu tentang benda-benda, makhluk hidup, dan hubungan sebab-akibatnya akan menimbulkan permasalahan-permasalahan yang selalu ingin dipecahkan dengan prosedur yang benar. Prosedur tersebut meliputi metode ilmiah. Metode ilmiah mencakup perumusan hipotesis, perancangan percobaan, evaluasi atau pengukuran, dan akhirnya menghasilkan produk berupa fakta-fakta, prinsip-prinsip, teori, hukum, dan sebagainya.

Sains dan Proses Pembelajaran

Sains pada dasarnya mencari hubungan kausal antara gejala-gejala alam yang diamati. Oleh karena itu, proses pembelajaran sains seharusnya mengembangkan kemampuan bernalar dan berpikir sistematis selain kemampuan deklaratif yang selama ini dikembangkan. Salah satu inovasi sebagai salah satu usaha adalah mencari model-model pembelajaran sains yang memiliki kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan sains.

Hal ini berarti, belajar sains tidak hanya belajar dalam wujud pengetahuan deklaratif berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, tetapi juga belajar tentang pengetahuan prosedural berupa cara memperoleh informasi, cara sains dan teknologi bekerja, kebiasaan bekerja ilmiah, dan keterampilan berpikir. Belajar sains memfokuskan kegiatan pada penemuan dan pengolahan informasi melalui kegiatan mengamati, mengukur, mengajukan pertanyaan, mengklasifikasi, memecahkan masalah, dan sebagainya.

Pembelajaran sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung. Dengan demikian, siswa perlu dibantu untuk mampu mengembangkan sejumlah pengetahuan yang menyangkut kerja ilmiah dan pemahaman konsep serta aplikasinya. Bahan kajian kerja ilmiah adalah :

  • mampu menggali pengetahuan melalui penyelidikan/ penelitian,
  • mampu mengkomunikasikan pengetahuannya,
  • mampu mengembangkan keterampilan berpikir,
  • mampu mengembangkan sikap dan nilai ilmiah.

Selanjutnya, bahan kajian sains yang berkaitan dengan pemahaman konsep dan penerapannya adalah:

  • memiliki pengetahuan, pemahaman, dan aplikasinya tentang makhluk hidup dan proses kehidupan;
  • memiliki pengetahuan, pemahaman, dan aplikasinya tentang materi dan sifatnya;
  • memiliki pengetahuan, pemahaman, dan aplikasinya tentang energi dan perubahannya;
  • memiliki pengetahuan, pemahaman, dan aplikasinya tentang bumi dan alam semesta; serta
  • memiliki pengetahuan, pemahaman, dan aplikasinya tentang hubungan antara sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.

Keterampilan proses yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran sains, diantaranya adalah keterampilan mengamati dengan seluruh indera, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara benar dengan selalu mempertimbangkan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan, menafsirkan, mengkomunikasikan, hasil temuan secara beragam, menggali dan memilah informasi faktual untuk menguji gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari.

Pembelajaran sains, yaitu cara memberi tahu dan cara berbuat, akan membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alam sekitarnya dengan mendudukkan siswa sebagai pusat perhatian dalam interaksi aktif dengan teman, lingkungan, dan nara sumber lainnya.

BEBERAPA PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN SAINS

Pendekatan induktif

Merupakan pendekatan pembelajaran yang dimulai dari yang khusus sampai atau menuju  yang umum, atau mulai dari contoh-contoh sampai suatu kesimpulan.

Pendekatan deduktif

Merupakan kebalikan dari pendekatan induktif, yaitu pendekatan yang dimulai dari yang umum sampai atau menuju pada yang khusus, atau dimulai dari kesimpulan sampai kepada contoh-contoh.

Pendekatan Lingkungan

Merupakan pendekatan yang mengarahkan anak didik memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Dalam pelaksanaan pendekatan lingkunagn umumnya anak didik di bawabelajar keluar kelas. Tapi tidaklah mustahil dalam kondisi tertentu atau untuk mempelajari objek tertentu dapat dilaksanakan membawa lingkungan ke dalam kelas atau kedalamlaboratorium.

Pendekatan konsep

Merupakan pendekatan yang mengarahkan anak didik untuk menguasai konsep secara benar. Pendekatan ini sangat penting untuk menghindari anak didik salah konsep.

Pendekatan proses

Merupakan pendekatan yang berorientasi kepada proses bukan kepada hasil. Pada pendekatan ini anak didik diharapkan benar-benar menguasai konsep. Anak didik tidak hanya memahami konsep tetapi juga dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan. Bila anak didik sudah dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik dan benar di asumsikan akan dapat menerima hasil belajar dengan baik.

Pendekatan pemecahan masalah (problem solving)

Merupakan pendekatan yang mengarahkan atau melatih anak didik untuk mampu memecahkan masalah dalam bidang ilmu atau bidang studi yang dipelajari. Masalah adalah perbedaan ataukesenjangan yang terjadi antara yang diinginkan dengan kenyataan yang terjadi sehingga timbul keinginan untuk memecahkannya atau mencari solusi.

Pendekatan inkuiri

Merupakan pendekatan yang mengarahkan anak didik untukmenemukan pengetahuan, ide dan informasi melalui usaha sendiri.

Pendekatan sains teknologi masyarakat

Pada dasarnya pendekatan sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran dilaksanakan oleh guru melalui topic yang dibahas dengan jalan menghubungkan antara sains dan teknologi yang terkait dengan kegunaanya di masyarakat. Tujuannya antara lain  adaah untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar di samping memperluas wawasan peserta didik.

BEBERAPA METODE DALAM PEMBELAJARAN SAINS

  1. Metode ceramah
  2. Metode tanya jawab
  3. Metode demonstrasi
  4. Metode diskusi
  5. Metode eksperimen
  6. Metode latihan
  7. Metode karya wisata

PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN SAINS :

—KETERLIBATAN SECARA AKTIF

* Learning by doing

* Give people fish & they eat for a day, teach them how to  fish & they eat for a  life time

BELAJAR BERKESINAMBUNGAN

* Dimulai dg pengetahuan yg dimiliki siswa

* Belajar  merupakan pengembangan konsep

MOTIVASI

Success in teaching is determined by the ability of a teacher to stimulate or motivate students to want to learn.

MULTI SALURAN

Setiap anak memiliki kemampuan, cara belajar dan & gaya kognitif yg berbeda

PENEMUAN

Beri siswa kesempatan untuk menemukan sendiri konsep-konsep melalui pengalamannya

TOTALITAS

Ciptakan kondisi belajar yang menunjang tercapainya tujuan belajar dengan melibatkan siswa secara total.

PERBEDAAN INDIVIDUAL

Beri kesempatan kepada semua siswa dari berbagai minat & kemampuan untuk belajar sesuai dengan kapasitas & minatnya.

POLA PERUBAHAN PANDANGAN SISWA SEBAGAI HASIL INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR SAINS

THE UNDISTURBED CHILDREN’S SCIENCE

» Pandangan siswa terhadap sains tidak berubah dengan belajar sains

—  THE TWO PERSPECTIVE OUTCOME

» Siswa menerima sains yang dipelajari di sekolah tapi pengetahuan awal siswa tidak berubah

—  THE REINFORCED OUTCOME

» Pengetahuan awal siswa  diperkuat oleh pengetahuan sains

—  THE MIXED OUTCOME

» Sains siswa & guru berada bersama-sama. Siswa menggunakan konsepsi guru dulu menjalani tes, konsepsi awal mereka tetap digunakan dulu kehidupan sehari-hari

—  THE UNIFIED SCIENTIFIC OUTCOME

» Siswa memperoleh pandangan ilmiah dimana siswa mengerti, menghargai & dapat menghubungkan dengan lingkungan dimana ia hidup.

Sumber: Laporan Bab Kelompok 4 (Layla Yusra, Novia Sestika Rizki dan Syefli Ewimia Darza) Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Kimia dengan Dr. Latisma Dj

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: